Gemoy.info, – Palabuhanratu, Sukabumi – Setelah rangkaian acara dan dialog bersama para nelayan, Kepala Staf Presiden (KSP) M. Qodari meninjau langsung aktivitas para pedagang ikan di dermaga. Dalam kesempatan itu, ia berdialog hangat sambil menampung berbagai aspirasi.
Salah satu pedagang ikan menyampaikan harapan agar di dermaga Palabuhanratu dapat dibentuk Koperasi Merah Putih Nelayan, sebagaimana koperasi serupa yang telah berjalan di desa-desa.
“Harapan kami ada Koperasi Merah Putih Nelayan di dermaga ini, Pak,” ujar seorang pedagang.
Selain itu, pedagang juga meminta bantuan timbangan digital agar transaksi lebih akurat dan seragam.
“Kami mohon bantuan timbangan digital supaya hasil jual beli lebih tepat,” jelasnya sambil menunjukkan timbangan manual yang masih digunakan.
Mendengar aspirasi tersebut, M. Qodari segera meminta stafnya mencatat nomor kontak pedagang untuk tindak lanjut.
“Semua aspirasi akan kami bahas, dan dalam waktu dekat insya Allah kami hubungi kembali,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perikanan Sukabumi, Sri Padmoko, turut mendampingi KSP. Ia menekankan bahwa nelayan Sukabumi memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan.
Sebelumnya, Dialog di Atas Perahu: Antara Teknologi dan “Feeling” Nelayan
Usai berbincang mengenai pengolahan ikan—mulai dari pempek hingga bakso ikan—M. Qodari bersama Sri Padmoko melanjutkan kunjungan ke kapal nelayan yang bersandar di Palabuhanratu. Di atas perahu, dialog interaktif kembali terjadi.
Para nelayan mengungkapkan bahwa mereka lebih sering mengandalkan “feeling” atau intuisi untuk menentukan titik ikan di laut. Menanggapi hal itu, M. Qodari memperkenalkan teknologi Fish Finder, sebuah perangkat sonar (echosounder) yang mampu mendeteksi keberadaan ikan, kedalaman perairan, hingga bentuk dasar laut.
“Alat ini bisa sangat bermanfaat, karena mampu mendeteksi posisi ikan dengan jelas,” jelas Qodari.
Namun, seorang nelayan menegaskan bahwa pengalaman sejak kecil membuatnya lebih percaya pada intuisi.
“Saya sejak SD sudah melaut, lebih mengandalkan feeling untuk menemukan titik ikan,” ungkapnya.
Percakapan pun berlangsung hangat, penuh canda tawa, namun tetap sarat makna. Sri Padmoko menambahkan bahwa kendala penggunaan Fish Finder sering muncul ketika nelayan harus berpindah lokasi, karena jaring yang sudah dipasang bisa menghambat pergerakan. Oleh sebab itu, banyak nelayan tetap mengandalkan pengalaman dan perasaan mereka.
Apresiasi untuk Dinas Perikanan
Di akhir dialog, sejumlah nelayan menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Perikanan Sukabumi atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu mereka dalam menghadapi tantangan di laut sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian.
Kunjungan KSP M. Qodari di Palabuhanratu bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan wadah nyata untuk mendengar aspirasi nelayan dan pedagang ikan. Dari harapan pembentukan koperasi hingga kebutuhan teknologi modern, semua masukan ditampung dengan penuh perhatian. Kehangatan dialog ini mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pesisir demi kesejahteraan bersama.






