Gemoy.info,- Sukabumi, 31 Januari 2026 – Dalam semangat Sukabumi Mubarokah yang menjiwai gerak pembangunan daerah dan spiritualitas masyarakat, Keluarga Besar Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyampaikan penghormatan dan doa terbaik bagi Nahdlatul Ulama yang kini genap berusia satu abad. Seratus tahun NU bukan hanya sejarah, tetapi warisan perjuangan yang hidup dalam jiwa para kiai, santri, dan umat yang mencintai negeri ini.
Nahdlatul Ulama telah menjadi penjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus benteng kebangsaan yang kokoh di tengah arus zaman. Dalam konteks perikanan dan kelautan, semangat NU tercermin dalam etos kerja masyarakat pesisir yang menjunjung keberkahan, kejujuran, dan gotong royong. Dari tambak hingga dermaga, dari jaring hingga pasar ikan, nilai-nilai luhur NU hidup dalam keseharian pelaku usaha perikanan.
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi percaya bahwa keberlanjutan sektor kelautan tidak hanya bergantung pada teknologi dan regulasi, tetapi juga pada spiritualitas dan budaya kerja yang berakar pada tradisi. NU telah menjadi inspirasi dalam membangun ekosistem usaha yang berkeadilan, menjaga kelestarian laut, dan menghidupkan semangat Gerakan Satu Juta Pohon sebagai bagian dari ikhtiar ekologis yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan.
Dalam semangat Sukabumi Mubarokah, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Harlah NU ke-100 sebagai titik refleksi dan kebangkitan. Mari kita rawat laut dengan cinta, tanam pohon dengan doa, dan bangun ekonomi perikanan dengan keberkahan. Karena menjaga alam adalah bagian dari menjaga amanah, dan menjaga amanah adalah bagian dari menjaga martabat bangsa.
Keluarga Besar Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh NU, para kiai, santri, dan warga Nahdliyin yang telah menjadi cahaya dalam gelap, penuntun dalam bingung, dan penjaga dalam sunyi. Semoga NU terus tumbuh menjadi pelita zaman, dari pesantren hingga pesisir, dari masjid hingga pasar, dari doa hingga aksi nyata.







