Gemoy.Info, Sukabumi – Jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan terus bertambah. Hingga Rabu malam jam 20,57.00 wib, 28 Januari 2026, tercatat sepuluh orang menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpenan.
Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, SKM, membenarkan adanya penambahan jumlah pasien yang sebelumnya hanya Empat orang. Seluruh pasien saat ini masih berada dalam pengawasan tim medis.
“Data terakhir yang kami rekap, awalnya sembilan pasien, kemudian bertambah satu orang, sehingga total menjadi sepuluh pasien.
Alhamdulillah seluruhnya sudah kami tangani dan saat ini masih dalam observasi,” ujar Ade Setiawan.
Terkait dugaan penyebab keracunan, pihak Puskesmas menyatakan masih melakukan penelusuran. Namun, indikasi awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi para korban.
“Untuk sementara, berdasarkan informasi awal, dugaan berasal dari makanan. Di dalam menu tersebut terdapat sayuran, tahu, dan wortel. Tetapi kami juga melihat faktor lain, termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya kebiasaan mencuci tangan,” jelasnya.
Meski demikian, Ade menegaskan bahwa penyebab pasti belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Sampel makanan telah diamankan untuk diuji lebih lanjut.
Pihak Puskesmas Simpenan memastikan pemantauan terhadap seluruh pasien akan terus dilakukan hingga kondisi mereka benar benar stabil.
Sementara itu, distribusi menu MBG di wilayah Simpenan masih menjadi perhatian serius menyusul temuan bahan makanan yang diduga tidak layak konsumsi.”pungkasnya.
NA






