Tingkat Kemantapan Jalan Hingga 80 persen, Dinas PU Sukabumi Butuh Anggaran Rp1,3 triliun

Gemoy

INFRASTRUKTUR21 Dilihat

gemoy.info,- Sukabumi, 2 Desember 2025 — “Perbaikan didominasi oleh hotmix karena pengecoran biayanya tinggi, bisa mencapai dua kali lipat dari pengaspalan. Pengecoran hanya diterapkan pada ruas-ruas prioritas yang dilalui angkutan berat atau memiliki kontur yang memerlukan kekuatan struktur lebih tinggi,” ujar Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, Selasa (2/12/2025).

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan Dinas PU dalam menangani kerusakan jalan di Sukabumi. Berdasarkan data, total jalan rusak berat di wilayah ini mencapai 507 kilometer. Untuk mencapai target tingkat kemantapan jalan hingga 80 persen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun.

Uus menjelaskan, metode hotmix dipilih karena lebih efisien dari sisi biaya dan cakupan. Dengan hotmix, perbaikan bisa menjangkau lebih banyak titik kerusakan dibandingkan metode pengecoran.

“Dengan hotmix, kita dapat menjangkau lebih banyak ruas jalan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan,” tambahnya.

Meski begitu, Uus tidak menampik bahwa pengecoran memiliki keunggulan dari sisi durabilitas. Jalan yang dicor memang lebih tahan lama, namun karena biaya tinggi, metode ini hanya diterapkan pada ruas-ruas prioritas yang membutuhkan kekuatan struktur ekstra.

Dinas PU menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan upaya peningkatan infrastruktur jalan. Langkah ini dinilai krusial demi menunjang mobilitas masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta memperlancar distribusi barang di Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *