Gemoy.id,- Sukabumi || Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi menegaskan bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap menjadi lembaga negara yang berada langsung di bawah naungan Presiden. Penegasan ini mengakhiri spekulasi terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu.
Keputusan krusial tersebut disepakati dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menekankan pentingnya independensi Polri sebagai lembaga keamanan negara yang bertanggung jawab langsung kepada kepala negara.
Ketukan palu di Senayan tersebut memicu reaksi positif dari berbagai daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Sukabumi. Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama (Toga) di Kecamatan Cidahu secara terbuka menyatakan dukungan penuh atas hasil rapat paripurna tersebut.
H. Yusuf, salah satu Tokoh Masyarakat Kecamatan Cidahu, menyatakan bahwa langkah DPR RI sudah sangat tepat. Ia menilai posisi Polri di bawah Presiden merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Menurutnya, status ini penting untuk menjaga efektivitas Polri dalam mengayomi masyarakat.
“Kami mendukung penuh hasil Rapat Paripurna DPR RI. Polri harus tetap di bawah Presiden langsung sesuai dengan amanah undang-undang yang berlaku,” ujar H. Yusuf dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Tokoh Agama Kecamatan Cidahu, Ismail, juga menyuarakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa koordinasi langsung antara Polri dan Presiden adalah bentuk kepatuhan terhadap konstitusi dan undang-undang.
“Dukungan ini kami berikan karena kami percaya bahwa dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat menjalankan tugasnya dengan lebih solid dan profesional sesuai hasil paripurna dan amanat UU Nomor 2 Tahun 2002,” tegas Ismail.
Dukungan dari para tokoh di Sukabumi ini mencerminkan harapan masyarakat agar institusi Polri tetap menjadi pilar keamanan yang kuat, independen, dan berintegritas dalam melayani masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.






