Gemoy.Info – Sukabumi, Jawa Barat – Kamis, 09 April 2026 Momentum peringatan Hari Konferensi Asia Afrika (KAA) yang jatuh pada 18 April mendatang disambut hangat oleh Dinas Perikanan Sukabumi. Kepala Dinas Perikanan, Sri Padmoko, menegaskan bahwa semangat KAA yang lahir di Bandung tahun 1955 tetap relevan hingga kini, terutama dalam memperkuat kerja sama antarbangsa dan menjaga kedaulatan pangan.
Dalam pernyataannya, Sri Padmoko menyampaikan: “Kami berkomitmen memperkuat sektor perikanan Sukabumi sebagai pilar ketahanan pangan nasional. Semangat solidaritas dan kemandirian yang diwariskan Konferensi Asia Afrika menjadi inspirasi bagi kami. Dengan semangat Sukabumi Mubarokah, kami ingin memastikan kesejahteraan nelayan, keberlanjutan sumber daya laut, dan kontribusi nyata bagi bangsa.”
Catatan Sejarah KAA (18 April 1955)
- Konferensi Asia Afrika pertama kali digelar di Bandung pada 18–24 April 1955, diikuti oleh 29 negara.
- Tujuan utama: memperkuat solidaritas, menolak kolonialisme, dan mendorong kerja sama politik, ekonomi, serta kebudayaan.
- Lahir Dasasila Bandung, sepuluh prinsip dasar hubungan internasional yang menekankan perdamaian, kesetaraan, dan penghormatan hak asasi manusia.
- Sejak itu, 18 April diperingati sebagai Hari Konferensi Asia Afrika, simbol persatuan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kemandirian.
Dengan mengusung Semangat Sukabumi Mubarokah, Dinas Perikanan Sukabumi menegaskan bahwa nilai-nilai KAA bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga pedoman moral untuk membangun daerah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan penuh berkah bagi masyarakat.






