Gemoy.info, Sukabumi, 4 Maret — Di tengah semangat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko A.Pi., M.P., menyampaikan apresiasi hangat kepada seluruh kader PKK dan keluarga Sukabumi yang telah menjadi motor penggerak pembangunan dari rumah hingga pesisir.
“Gerakan PKK bukan hanya tentang dapur, gizi, atau kebun. Ini tentang kekuatan sosial yang menyatu dengan semangat Sukabumi Mubarokah—daerah yang sehat, berkeadilan, dan penuh berkah,” ujar Sri Padmoko.
Ia menekankan bahwa perempuan dan keluarga adalah jantung dari ekosistem perikanan. Dari edukasi gizi berbasis ikan, pengolahan hasil laut, hingga pembinaan UMKM pesisir—semua bergerak karena peran aktif ibu-ibu PKK dan keluarga yang tangguh.
Dinas Perikanan Sukabumi terus mendorong kolaborasi antara kader PKK, kelompok nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku UMKM untuk menciptakan usaha yang adil dan berdaya saing. Program pelatihan, promosi konsumsi ikan, dan pendampingan usaha mikro kini menjadikan keluarga sebagai pusat perubahan.
“Gotong royong, ketahanan keluarga, dan semangat pemberdayaan yang diusung PKK sangat sejalan dengan visi Sukabumi Mubarokah. Kita ingin semua keluarga punya ruang tumbuh, akses usaha, dan kebanggaan akan hasil lautnya sendiri,” tambahnya.
Sekilas tentang HKG PKK
Gerakan PKK lahir dari Seminar Home Economic di Bogor tahun 1957, sebagai gerakan pembangunan berbasis keluarga. Awalnya diperingati setiap 27 Desember, namun sejak RAKERNAS VII PKK tahun 2010, tanggal resmi peringatan ditetapkan menjadi 4 Maret.
Tujuannya: membangkitkan semangat pembaharuan, kreativitas, dan partisipasi aktif keluarga dalam pembangunan nasional.












